fenomena kemacetan dijakarta

Fenomena Macet

Kemacetan di Jakarta juga berperan besar atas segala keterlambatan yang terjadi. Kenapa sih orang Indonesia terobsesi untuk pamer bahwa mereka punya mobil? You know what pissed me off when I was in the middle of traffic? Yaitu mobil-mobil besar yang jumlahnya melebihi kapasitas rumah di Jakarta dan isinya cuma SATU orang. Jadi, kalau ada 10 orang yang keluar rumah, maka akan ada 10 mobil juga yang keluar (ˇ_ˇ”)

 

Aku mencoba memahami alasan mereka memilih memakai mobil sendiri ketimbang kendaraan umum, tapi di saat yang sama, aku juga menemukan argumen untuk alasan-alasan itu. Jadi, rata-rata orang yang memilih menggunakan mobil pribadi di Jakarta adalah karena alasan-alasan di bawah ini:

1. Lebih hemat karena cuma perlu isi bensin beberapa hari sekali dibanding naik kendaraan umum setiap hari yang harus bayar minimal Rp2000.

Well, memang benar, sih. Tapi, nggak ada salahnya kan berbagi uang mu ke para kondektur bus, supir taksi, tukang ojek, dan berbagai kendaraan umum lainnya ketimbang isi bensin melulu. Kalau ada 5 orang yang memutuskan untuk memilih naik kendaraan umum hari ini ketimbang naik mobil pribadinya, paling nggak sedikit dari kemacetan di Jakarta akan teratasi dan kita juga jadi berbagi rejeki senang

2. Lebih nyaman, terutama kalau mobilnya ber-AC. Meski terjebak di kemacetan berjam-jam, mereka nggak perlu kepanasan dan kalau mobilnya bagus, mereka bisa dengerin musik dll.

Kalau ada yang beralasan seperti diatas, itu hanya membuktikan bahwa Kamu adalah makhluk egois. Kamu kehilangan pula kesempatan untuk mempelajari hal-hal kecil yang hanya  bisa didapat kalau kau naik kendaraan umum, misal; kalau kamu naik bus umum dan nggak ada kursi yang tersisa, lalu kamu melihat seorang tua atau wanita hamil yang berdiri, maka naluri kemanusiaan mu akan diuji, apakah kamu akan mementingkan kenyamanan mu semata atau memberikan kursi mu ke orang yang lebih membutuhkan. Hal semacam ini nggak akan kamu dapat di dalam mobil pribadi.

3. Gengsi yang tinggi

Pejabat-pejabat di Jepang masih naik sepeda atau kereta ke kantor, lho!  Beda dengan orang Indonesia yang meski jabatannya belum terlalu tinggi aja, mereka merasa perlu untuk menunjukkan ke masyarakat kalau mereka bermobil, bla bla bla karena mereka adalah Pejabat. Enggak cuma Pejabat, Mahasiswa, Entertain, Anak sekolah pun seperti itu-__- Kayaknya kalau Artis naik kendaraan umum itu nggak cocok. Kayaknya kalau orang kaya nggak naik Mobil kemana-mana itu ada yang salah. Mobil malah jadi bahan untuk bergaya, layaknya pakaian bagus yang harus dipamerkan. Pikiran macam ini yang membuat jalanan Jakarta makin penuh, seiring dengan bertambahnya jumlah pejabat, orang kaya, dan artis yang ada di Ibukota. Padahal, artis sekelas Yamapi aja masih naik kereta kemana-mana😐

Masih banyak alasan yang mendasari kenapa orang-orang memilih naik mobil pribadi ketimbang kendaraan umum, tetapi aku malas juga untuk menuliskannya Haha  (ˆ⌣ˆ)♉ Yang membuat aku tertawa adalah, orang-orang ini mengeluhkan macet, tapi mereka masih nggak mau berhenti naik mobil sendiri. Orang-orang yang naik mobil besar SENDIRIAN itu mengeluh jalanan terlalu padat, padahal yang membuat jalanan padat adalah MEREKA SENDIRI. Duuuh duuuuuh berkesah

Daaaan, lebih Menyedihkan adalah, Kemacetan di Jakarta sudah dinalai semacam budaya oleh Negara Asing. Memalukan banget, masa kemacetan jadi budaya bangsaaaa? waduh!

sumber : http://monyetjungkirbalik.blogspot.com/2012/09/fenomena-macet.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s